Kalau kamu sering mendengarkan playlist di aplikasi musik, pasti pernah ketemu istilah city pop, lo-fi, atau indie. Genre-genre ini akrab banget di telinga anak muda, tapi nggak semua orang tahu apa bedanya. Yuk, kenalan satu per satu.
City Pop
City pop adalah genre musik yang berkembang di Jepang sekitar akhir 1970-an hingga 1980-an. Musiknya memadukan pop, funk, jazz, dan disko dengan nuansa perkotaan yang santai dan glamor. Liriknya sering bercerita tentang kehidupan kota, cinta, dan malam yang gemerlap.
Beberapa tahun terakhir, city pop kembali populer berkat media sosial dan layanan streaming. Banyak anak muda yang jatuh cinta pada nuansanya yang nostalgia, meskipun lagu-lagu tersebut dirilis jauh sebelum mereka lahir. Di Indonesia, pengaruh nuansa serupa juga bisa ditemukan di lagu-lagu pop era 1980-an.
Cocok untuk: menyetir malam hari, nongkrong santai, atau saat ingin suasana retro.
Lo-fi
Lo-fi adalah singkatan dari low fidelity, yang awalnya merujuk pada rekaman dengan kualitas suara yang sengaja dibuat tidak sempurna. Kini, istilah lo-fi lebih sering dipakai untuk menyebut musik instrumental bertempo santai dengan suara yang hangat, kadang diselipi bunyi seperti gemerisik piringan hitam atau hujan.
Lo-fi hip hop jadi sangat populer sebagai musik latar untuk belajar dan bekerja. Banyak kanal video dan playlist yang menyiarkan musik lo-fi selama berjam-jam tanpa henti.
Cocok untuk: belajar, bekerja, membaca, atau menjelang tidur.
Indie
Indie berasal dari kata independent. Awalnya, istilah ini merujuk pada musisi yang merilis karya secara mandiri atau melalui label rekaman kecil, bukan label besar. Karena itu, indie sebenarnya lebih menggambarkan cara produksi daripada satu jenis suara tertentu.
Seiring waktu, indie juga dipakai untuk menyebut gaya musik tertentu, seperti indie pop, indie rock, atau indie folk, yang biasanya terdengar lebih personal dan eksperimental. Di Indonesia, skena musik indie berkembang pesat dan melahirkan banyak musisi yang kemudian dikenal luas.
Cocok untuk: perjalanan jauh, menikmati sore, atau saat ingin mendengar lirik yang lebih jujur.
Genre Lain yang Sering Muncul
- Bedroom pop: musik pop yang direkam secara sederhana, bahkan di kamar tidur, dengan nuansa intim.
- Synthwave: musik elektronik yang terinspirasi suara synthesizer era 1980-an.
- Acoustic: lagu yang dibawakan dengan instrumen akustik seperti gitar dan piano.
- R&B alternatif: perpaduan R&B dengan unsur elektronik dan suasana yang lebih santai.
Nggak Perlu Terpaku Genre
Genre membantu kita menemukan musik yang sesuai selera, tapi jangan sampai membatasi. Banyak lagu favorit justru datang dari genre yang awalnya nggak pernah kita dengarkan. Coba jelajahi playlist baru dan biarkan telingamu menemukan kejutan.
Genre mana yang paling sering ada di playlist kamu?
